Penyakit Hepatitis C Akut

Orang yang mengidap hepatitis akibat virus yang irngan mungkin hanya akan merasa kurang enak badan dan mungkin tidak mengalami penyakit kuning. Beberapa orang mungkin bahkan tidak merasa sakit sama sekali. Satu-satunya bukti hepatitis akut akibat virus pada orang dengan hepatitis yang ringan adalah tes laboratorium yang menunjukkan abnormalitas temporer pada hati.

virus hepatitis c

Hal yang dilarang untuk dilakukan oleh penderita yang mengalami infeksi hepatitits C :

- Jangan mendonorkan darah, jaringan atau organ tubuh

- Hindari berbagi penggunaan pisau cukur, sikat gigi atau benda-benda lain yang mungkin terkontaminasi dengan darah

- Hindari alkohol untuk melindungi hati dari kerusakan yang lebih lanjut

- Dapatkan vaksinasi terhadap hepatitis A dan B karna infeksi hepatitis C tidak berasal dari bentuk hepatitis lainnya. Infeksi dari jenis virus hepatitis lainnya dapat memperburuk kerusakan hati.

- Lakukan tes laboratorium sesering yang direkomendasikan oleh dokter Anda untuk mengukur kadar enzim hati dan untuk mendeteksi virus aktif dalam darah, jika ada.

- Hindari meminum obat apapun tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Karena terutama pada mereka yang hati atau liver (hati) sudah rusak.

Pada kasus hepatitis akut akibat virus yang biasa, penyakit hepatitis semakin nyata pada tingkat yang berbeda-beda, warna urine menjadi semakin gelap dan tinja semakin terang. Hati pun membesar. Pemulihan dari infeksi ini adalah suatu keharusan. Indikasi pertama dan paling umum adalah kembalinya nafsu makan dan berkurangnya rasa mual dan muntah.

Setelah itu, penyakit hepatitis C, tinja dan urine memperoleh warna normalnya kembali dan hati kembbali ke ukuran normalnya. Mayoritas orang dengan hepatitis akut akibat virus sembuh dalam waktu tiga sampai enam minggu. Beberapa orang mungkin terus mengalami gatal-gatal parah setelah dua minggu yang mungkin berlangsung sampai beberapa minggu.

Sebagian kecil orang yang mengidap hepatitis akut akibat virus mengalami komplikasi. Fulminant hepatitis adalah komplikasi yang tidak diinginkan dan memiliki risiko kematian yang tinggi. Dalam kondisi ini, hepatitis fulminan terutama terjadi pada hepatitis akut akibat virus A dan E. Penyakit ini lebih jarang terjadi pada hepatitis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B. Virus hepatitis C tidak pernah diketahui menyebabkan hepatitis fulminan.

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Hepatitis C

Penyakit hepatitis C merupakan peradangan pada organ liver (hati) yang disebabkan oleh penyebaran virus hepatitis C. Virus hepatitis C yang masuk ke organ hati melalui aliran darah ini kemudian akan merusak sistem kerja organ hati (liver) dan menginfeksi jaringan sel-sel di sekitar organ hati.

virus-hepatitis-c

Sekitar 15% dari kejadian infeksi hepatitis C ini bersifat akut. Artinya secara spontan tubuh membersihkan infeksi hepatitis C tanpa adanya toleransi. Dan 85% lainnya kejadian infeksi hepatitis C ini bersifat kronis dan seiring berjalannya waktu akan merusak organ hati, kemudian timbul penyakit baru di seputar organ hati seperti sirosis hati dan fatty liver (pembengakkan hati) bahkan jika kekebalan tubuh penderita hepatitis C ini semakin melemah, virus hepatitis C ini akan semakin mudah untuk berkembang biak hingga menimbulkan penyakit kanker hati yang kronis.

Hal utama yang harus dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan dari penyakit hepatitis C ini dengan menghindari minuman alkohol, minuman bersoda dan konsumsi makanan sehat serta buah-buahan.

Gejala umum yang terlihat dari penderita penyakit hepatitis C adalah kelelahan kronis. Namun kelelahan juga dapat disebut sebagai efek samping dari pengobatan hepatitis C. Untuk menghilangkan rasa lelah kronis ini, pendertita hepatitis C ini dianjurkan untuk beristirahat cukup dan melalukan olahraga ringan.

Hal unik dari penyakit hepatitis C ini adalah gejala yang ditujukkan tidak begitu terlihat meski infeksi virus hepatitis C ini terlah terjadi bertahun-tahun. Penderita penyakit hepatitis C ini layaknya seperti orang yang sehat (tidak menderita hepatitis), hanya kelelahan kronis yang terlihat dan sering dialami.

Namun untuk mengenali gejala-gejala penyakit hepatitis C yang mungkin terjadi meski terlihat samar :

- Rasa lelah kronis
- Nafsu makan yang semakin menurun dan kemudian hilang
- Penderita mengalami sakit perut
- Perubahan warna urine (air kemih) yang menjadi gelap
- Kulit tubuh dan mata menjadi kuning (jaundice) meski jarnag terjadi

Gejala penyakit hepatitis C ini akan semakin terlihat dan dirasakan penderita. Penularan hepatitis C kebanyakan terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau benda-benda yang mudah terkontaminasi dengan penderita hepatitis C.

Penularan penyakit hepatitis C dapat terjadi dalam kegiatan sehari-hari yang dimana virus semakin mudah ditularkan melalui darah, bagian tubuh yang tersayat benda tajam, mimisan hingga darah menstruasi. Selain itu dapat ditularkan melalui alat pribadi seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure. Bahkan virus hepatitis akan semakin cepat tertular melalui hubungan seksual pada mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan.

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Sejak perkenalannya pemeriksaan penapisan untuk HCV terjadi penurunan nyata dalam insiden hepatitis terkait transfusi. Organisme penyebab tersering dari apa yang dahulu disebut hepatitis non A non B adalah hepatitis C. Sebelum pemeriksaan antibodi HCV diterapkan, digunakan dua uji pengganti antibodi terhadap antigen core hepatitis B (anti HBc) dan enzim hati alanin aminortransferase (ALT;glutamat piruvat transminase serum (SGPT); keduanya menurunkan kemungkinan hepatitis non A, non B sebesar 40%. Sejak diterapkannya pemeriksaan penapisan antibodi HCV, hepatitis terkait transfusi telah menurun menjadi antara 1 dalam 5000 dan 1 dalam 50.000 dan dengan pemeriksaan-pemeriksaan yang lebih mutakhir kemungkinan ini menjadi 1 dalam 103.000.

vaksin hepatitis c

Gambaran klinis utama hepatitis HCV adalah gejala subklinis, sementara ikterus jarang dijumpai. Peningkatan enzim serum biasanya fluktuatif dan mungkin tidak terdeteksi. Hal yang paling penting pada penyakit hati progresif. Salah satu komplikasi utama hepatitis HCV adalah timbulnya hepatitis aktif kornis dan akhirnya sirosis pascanekrotik. Dahulu, diagnosis hepatitis non A non B hanya dapat dibuat setelah pemeriksaan serologik menyingkirkan hepatitis A, B, CMV, EBV, dan HIV. Penggunaan uji antibodi HCV merupakan terobosan besar dalam bidang pemeriksaan penapisan penyakit infeksi sebelum transfusi darah. Di antara para pasien hepatitis HCV, 15-20% dapat mengalami sirosis dan 5-10% mungkin kemudian terjangkit karsinoma hepatoselular.

Hepatitis C juga menyebabkan peradangan hati yang cukup berat diperkirakan 80% menjadi hepatitis kronis (menahun) dan dapat berkembang menjadi sirosis hati. Hepatitis C menular melalui darah, biasanya karena transfusi atau jarum suntik yang terkontaminasi virus hepatitis C (VHC).

Hepatitis C virus (HCV) masuk ke sel hati, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi sel lainnya. Gejala hepatitis C kurang lebih sama dengan hepatitis A dan hepatitis B.

Sebagai pencegahan dan pengobatan dari penularan virus hepatitis C ini dapat diberikan vaksin dan imunisasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hepatitis C yang umumnya ditularkan melalui darah yang tercemar virus hepatitis C ini telah meninggalkan nyawa penderita hingga 350.000 jiwa di seluruh dunia dalam kurun waktu 1 tahun. Hepatitis C ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi hati dan dapat menjelma menjadi kanker hati. Hingga saat ini belum ada vaksin yang memadai. Namun untuk imunisasi hepatitis C hanya disediakan untuk anak-anak usia balita.

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Hepatitis C

Hepatitis C adalah penyakit hati yang dapat menginfeksi manusia umunnya dan ditularkan melaui darah. Untuk mengetahui seseorang mengidap hepatitis C dilakukan pemeriksaan anti-HCV dan deteksi protein virus RNA HCV. Infeksi dengan virus hepatitis C (VHC) dapat asimptomatik yaitu tanpa gejala atau dapat berupa hepatitis akut, kronik, sirosis bahkan menjadi kanker hati. dengan adanya pemeriksaan anti HCV dalam donor darah menyebabkan angka kejadian infeksi hepatitis C berkurang.

Transmisi dari penyakit ini melalui darah yang ditularkan lewat kulit atau selaput lendiran yang terluka. Cara penularan melalui kulit dapat disebabkan oleh karena tusukan jarum, hemodialisis, transfusi darah yang tidak aman, akupuntur dan tatto. Sedangkan penularan melalui selaput lendir disebabkan oleh karena hubungan seksual, infeksi perinatal dari ibu ke bayi, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi bersamaan. Infeksi dengan VHC mempunyai risiko tinggi pada penggunaan narkoba-suntik dan juga pegawai yang berhubungan dengan darah yang terpapar VHC seperti dokter, analis serta perawat.

Masa inkubasi penyakit hepatitis C adalah 2-6 minggu dimana 60-70% tanpa gejala, 10-20% menunjukkan gejala yang tidak spesifik seperti mual, muntah, lemah, tidak nafsu makan, nyeri pada perut dan 20-30% disertai warna kuning pada kulit (iketus). Kemungkinan ynag dapat terjadi setelah terinfeksi VHC adalah sebagai berikut :

- 60-85% pasien terinfeksi hepatitis C menjadi hepatitis kronik
- 10-20% dari hepatitis kronik akan menjadi sirosis
- 1 dari 5% dengan hepatitis kronik akan menjadi kanker hati

Angka kematian di Amerika Serikat mencapai 10.000-12.000 orang/tahun yang disebabkan oleh penyakit hepatitis kronik. Virus hepatitis C mengadung RNA rantai tunggal yang dilapisi oleh glikprotein. Genome VHC terdiri dari 9400 nukleotida yang mengkode polprotein dengan 3000 asam amino. poliprotein tersebut terdiri dari sepertiga bagian protein struktural yaitu protein core, glycosylated envelope proteins (E1 dan E2) dan 2/3 bagian protein non struktural yaitu NS 2, NS 3, NS 4a, Ns 4b, NS 5a dan NS 5b.

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis C dan Penularannya

Seperti halnya hepatitis B, hepatitis C juga menular melalui jarum suntik yang terinfeksi dan transfusi darah atau produk darah yang terinfeksi. Namun, penyakit ini jarang menular melalui kontak pribadi yang dekat atau hubungan seksual, atau kepada bayi yang baru lahir melalui ibu yang terinfeksi. Sumber penularan terbesar dalam kasus penularan hepatitis C adalah penggunaan jarum suntik yang digunakan diantara para pengguna narkoba.

Hepatitis akut yang disebabkan oleh virus hepatitis C biasanya merupakan suatu penyakit ringan. Namun, 50-75% orang yang terinfeksi virus hepatitis C mengembangkan hepatitis kronis. Hepatitis kronis akibat hepatitis C bisa berkembang menjadi sirosis dalam waktu 15-20 tahun. Sebagian orang juga mungkin menjadi pembawa tanpa gejala dari virus hepatitis C. Tak hanya itu, hepatitis C yang kronis dapat menyebabkan kanker hati setelah sekitar 10-20 tahun. Antibodi terhadap virus ini berkembang dalam 4-24 minggu setelah gejalanya muncul.

Penularan hepatitis C tidak akan bisa melalui hal-hal seperti bergaul dengan seperti biasanya, berpelukan, mengobrol biasa, dan kegiatan semacamnya.Itu sebabnya untuk menghindari penularan hepatitis C berikut ini adalah hal-hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

  • Selalu menjaga kebersihan alat-alat rbadi dan tidak pernah meminjam alat-alat pribadi seperti sikat gigi atau alat cukur pada orang lain
  • Bila kita inginkan mendonorkan darah sebaiknya cvek kesterilan dari jarum suntik. Ingat, jarum suntik bisa beresiko terhadap penulatan hepatitis C
  • Bila kita kan menikah, tak ada salahnya untuk menanyakan serta berterus terang juga tentang penyakit masing-masing.
Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Hepatitis C

Hepatitis C yang termasuk ke dalam 10 besar penyebab kematian di dunia. Angka kejadian hepatitis C berkisar 0,5-4% dari jumlah penduduk. Jika diasumsikan sekiatr 2-3% dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap penyakit ini maka terdapat sekitar 5-7 juta orang yang terinfeksi hepatitis C. Jumlah ini dapat bertambah setiap tahunnya karena 10% dari meraka yang teinfeksi mengalami gejala-gejala yang tidak spesifik (carrier/pembawa virus) sehingga tidak diketahui oleh masyarkat dan tidak terdiagnosis oleh dokter. Carrier VHB (virus hepatitis B) atau VHC (virus hepatitis C) berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit hepatitis B dan C.

Pengobatan Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.

Kadangkala, pengobatan Hepatitis C memerlukan waktu yang lama, dan tidak dapat membantu. Tetapi karena penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter anda.

Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya.

Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.

Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.

Ada 3 Senyawa digunakan dalam pengobatan Hepatitis C adalah:

- Interferon alfa

Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.

- Pegylated interferon alfa

Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut “polyethylene glycol (PEG)” dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

- Ribavirin

Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis.

Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan setelah pengobatan selesai.

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , | Leave a comment

Bentuk Penularan Hepatitis C

Walaupun tingkat kronisitas hepatitis C lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis B, tetap perjalanan kliniknya lebih ringan. Penyakti hepatitis C lebih mudah disembuhkan jika diberikan pengobatan yang tepat secara dini. Hal ini karena materi genetik virus hepatitis C berupa RNA (ribonucleic acid) yang menempel di luar sel, sedangkan pada virus hepatitis B materi genetiknya berupa DNA (Deoxyribonucleic acid) yang menempel pada gen sehingga penyakitnnya lebih sukar diobati.

Berikut ini cara penularan hepatitis C :

1. Parenteral

Umumnya terjadi melalui transfusi darah, suntikan atau produk darah yang belum diskrining. Risiko tinggi pada pasien cuci darah, hemofilia, talasemia, dan orang yang mendapat suntikan melalui intravena.

2. Kontak dengan penderita

Penularan hepatitis C dari orang ke orang belum jelas, mungkin terjadi melalui penggunaan bersama alat cukur atau sikat iggi dalam keluarga.

3. Transmisi seksual

Kontak seksual dengan banyak pasangan atau dengan penderita hepatitis.

4. Kongenital/Neonatal

Ibu yang tersernag hepaitis menularkan virus hepatitis C pada bayinya, tetapi angka kejadiannya juga kecil.

5. Transmisi non parenteral

Kasus hepatitis sporadik menunjukkan bahwa hepatitis C dapat ditularkan melalu cara non parenteral.

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , | Leave a comment

Hepatitis C

Jenis hepatitis ini disebabkan oleh virus hepatitis C (VHC). Virus ini sebelumnya dikenal dengan virus hepatitis non A-non B (NANB) yang menyebabkan kasus-kasus hepatitis pascatransfusi darah atau produk darah sehingga disebut juga sebagai tranfusion-asssociated hepatitis (hepatitis yang berhubungan denag transfusi). Hepatitis C dikenal mempunyai masa tunas yang lama dan sering disertai tnda-tanda subklinis yang ringan, tetapi dengan tingkat kronisitas (kejadian menjadi kronis) dan progresivits ke arah sirosis yang tinggi.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia WHO tahun 2005, diperkirakan sekitar 170 juta penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis C (VHC). Setiap tahunnya terjadi laju pertambahan infeksi baru yang mencapai 3-4 juta orang. Di Indonesia belum ada angka yang pasti, tetap diperkirakan sekitar tujuh juta penduduk yang sudah terinfeksi virus hepatitis C.

Pertumbuhan (replikasi) virus hepatitis C sangat cepat dan tingkat kronisitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis B dan virus hepatitis lainnya. Selain itu, secara genetik VHC mempunyai banyak tipe virus dan tingkat mutasi tinggi sehingga belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit hepatitis C. Sebagian besar dari infeksi virus hepatitis C, yaitu sekitar 80-90% akan berkembang menjadi kronis (penyakit hati menahun). Jika hepatitis kronis tidak diobati dengan tuntas dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati yang sukar diobati sehingga harus dilakukan transplantasi (cangkok hati). Di Indonesia, transplantasi hati sulit dilakukan karena faktor kesulitan donor. 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment