Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang dapat menginfeksi manusia umunnya dan ditularkan melaui darah. Untuk mengetahui seseorang mengidap hepatitis C dilakukan pemeriksaan anti-HCV dan deteksi protein virus RNA HCV. Infeksi dengan virus hepatitis C (VHC) dapat asimptomatik yaitu tanpa gejala hepatitis atau dapat berupa hepatitis akut, kronik, sirosis bahkan menjadi kanker hati. dengan adanya pemeriksaan anti HCV dalam donor darah menyebabkan angka kejadian infeksi hepatitis C berkurang.

Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Transmisi dari penyakit ini melalui darah yang ditularkan lewat kulit atau selaput lendiran yang terluka. Cara penularan melalui kulit dapat disebabkan oleh karena tusukan jarum, hemodialisis, transfusi darah yang tidak aman, akupuntur dan tatto. Sedangkan penularan melalui selaput lendir disebabkan oleh karena hubungan seksual, infeksi perinatal dari ibu ke bayi, penggunaan pisau cukur dan sikat gigi bersamaan. Infeksi dengan VHC mempunyai risiko tinggi pada penggunaan narkoba-suntik dan juga pegawai yang berhubungan dengan darah yang terpapar VHC seperti dokter, analis serta perawat.

Masa inkubasi penyakit hepatitis C adalah 2-6 minggu dimana 60-70% tanpa gejala, 10-20% menunjukkan gejala yang tidak spesifik seperti mual, muntah, lemah, tidak nafsu makan, nyeri pada perut dan 20-30% disertai warna kuning pada kulit (iketus). Kemungkinan ynag dapat terjadi setelah terinfeksi VHC adalah sebagai berikut :

– 60-85% pasien terinfeksi hepatitis C menjadi hepatitis kronik
– 10-20% dari hepatitis kronik akan menjadi sirosis
– 1 dari 5% dengan hepatitis kronik akan menjadi kanker hati

Angka kematian di Amerika Serikat mencapai 10.000-12.000 orang/tahun yang disebabkan oleh penyakit hepatitis kronik. Virus hepatitis C mengadung RNA rantai tunggal yang dilapisi oleh glikprotein. Genome VHC terdiri dari 9400 nukleotida yang mengkode polprotein dengan 3000 asam amino. poliprotein tersebut terdiri dari sepertiga bagian protein struktural yaitu protein core, glycosylated envelope proteins (E1 dan E2) dan 2/3 bagian protein non struktural yaitu NS 2, NS 3, NS 4a, Ns 4b, NS 5a dan NS 5b.

Terjadinya penularan penyakit hepatitis C biasanya lewat kontak langsung dari darah atau juga dari penggunaan jenis produk seperti jarum suntik dan alat tajam yang lain yang sudah mengalami kontaminasi dengan penyakit hepatitis C. Dalam suatu kegiatan yang dilakukan sehari-hari, akan banyak resiko untuk mengalami infeksi penyakit hepatitis C misalnya adalah akibat luka berdarah tergores atau juga mengalami mimisan dan darah menstruasi. Penggunaan dari produk pribadi yang terkena kontak dengan penderita infeksi penyakit hepatitis C yang akan menularkan penyakit hepatitis C, misalnya adalah penggunaan sikat gigi, alat cukur dan juga penggunaan alat manicure. Selain itu, resiko untuk mengalami infeksi penyakit hepatitis C biasanya akan menjadi lebih tinggi untuk mereka yang melakukan hubungan seksual dan untuk mereka yang mempunyai pasangan seksual yang banyak.

Selain itu, penularan dari penderita penyakit hepatitis C yang jarang terjadi namun kemungkinan resiko untuk mengalami penyakit hepatitis C adalah dari ibu yang terinfeksi penyakit hepatitis C pada bayi yang baru saja lahir atau juga dari anggota keluarga yang lainnya. Dan walaupun demikian, jika si ibu menderita penyakit HIV yang positif, maka resiko untuk menularkan penyakit hepatitis C juga akan semakin tinggi. Namun untuk ibu yang menyusui, hal ini tidak terjadi.

Pada diagnosis yang ditegakkan untuk penderita penyakit hepatitis C biasanya beberapa orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis C akan mempunyai tingkatan enzim hati (ALT/SGPT) yang sangat tinggi. Jika Anda mempunyai resiko mengalami penyakit hepatitis C, maka Anda harus melakukan tes HCV, walaupun tingkatan dari enzim yang ada di dalam hati masih dalam keadaan yang normal. Tes HCV ini dilakukan untuk semua Odha, karena infeksi yang terjadi dengan bersamaan adalah suatu hal yang umum terjadi.

Umumnya, tes darah yang dilakukan pertama kali pada penyakit HCV adalah dengan melakukan tes antibodi. Hasil dari positif yang berarti kita pernah mengalami infeksi HCV. Namun penyakit hepatitis C untuk beberapa orang yang bisa sembuh tanpa melakukan pengobatan, jadi kita akan membutuhkan tes viral load HCV untuk membantu mengetahui aoakah kita mengalami infeksi kronis. Tes viral load pada penyakit hepatitis C yang diusulkan dan jika hasil tes antibodi bersifat reaktif, kita juga kemungkinan akan mengalami resiko penyakit hepatitis C atau juga bahkan mengalami gejala hepatitis C.

Tes yang dilakukan pada pemeriksaan penyakit hepatitis C adalah tes antibodi dan viral load HIV. Viral load HCV yang umumnya jaug lebih tinggi dibandingkan dengan viral load HIV dan seing kali jumlahnya jutaan. Berbeda dengan penyakit HIV, viral load pada penyakit hepatitis C biasanya tidak akan meramalkan atau menentukan suatu kelanjutan penyakit. Viral load yang dilakukan pada penyakit hepatitis C atau juga suatu hasil dari tingkat enzim hati yang tidak menunjukkan tingkat dari terjadknya suatu kerusakan di dalam hati. Biopsi pada hati adalah salah satu cara yang paling baik dalam memastikan kondisi hati. Dan jika hanya ada suatu kerusakan yang terjadi pada hati, dan beberapa pakar biasanya akan menyusulkan untuk pemantauan hati, jika ada suatu parutan atau penyakit sirosis hati, maka pengobatan dari penyakit HCV kemunginan juga akan dibutuhkan.

Penyakit Hepatitis C

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , , , , | Comments Off

Penyakit Hepatitis C Akut

Penyakit Hepatitis C Akut – Orang yang mengidap hepatitis akibat virus yang irngan mungkin hanya akan merasa kurang enak badan dan mungkin tidak mengalami penyakit kuning. Beberapa orang mungkin bahkan tidak merasa sakit sama sekali. Satu-satunya bukti hepatitis akut akibat virus pada orang dengan hepatitis yang ringan adalah tes laboratorium yang menunjukkan abnormalitas temporer pada hati.

Penyakit Hepatitis C Akut

Penyakit Hepatitis C Akut

 Penyakit Hepatitis c Akut

Hal yang dilarang untuk dilakukan oleh penderita yang mengalami infeksi Penyakit Hepatitis C Akut :

  • Jangan mendonorkan darah, jaringan atau organ tubuh
  • Hindari berbagi penggunaan pisau cukur, sikat gigi atau benda-benda lain yang mungkin terkontaminasi dengan darah
  • Hindari alkohol untuk melindungi hati dari kerusakan yang lebih lanjut
  • Dapatkan vaksinasi terhadap hepatitis A dan B karna infeksi hepatitis C tidak berasal dari bentuk hepatitis lainnya. Infeksi dari jenis virus hepatitis lainnya dapat memperburuk kerusakan hati.
  • Lakukan tes laboratorium sesering yang direkomendasikan oleh dokter Anda untuk mengukur kadar enzim hati dan untuk mendeteksi virus aktif dalam darah, jika ada.
  • Hindari meminum obat apapun tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Karena terutama pada mereka yang hati atau liver (hati) sudah rusak.

Pada kasus Penyakit Hepatitis C Akut akibat virus yang biasa, penyakit hepatitis semakin nyata pada tingkat yang berbeda-beda, warna urine menjadi semakin gelap dan tinja semakin terang. Hati pun membesar. Pemulihan dari infeksi ini adalah suatu keharusan. Indikasi pertama dan paling umum adalah kembalinya nafsu makan dan berkurangnya rasa mual dan muntah.

Setelah itu, Penyakit Hepatitis C Akut, tinja dan urine memperoleh warna normalnya kembali dan hati kembbali ke ukuran normalnya. Mayoritas orang dengan hepatitis akut akibat virus sembuh dalam waktu tiga sampai enam minggu. Beberapa orang mungkin terus mengalami gatal-gatal parah setelah dua minggu yang mungkin berlangsung sampai beberapa minggu.

Komplikasi Penyakit Hepatitis C

Sebagian kecil orang yang mengidap hepatitis akut akibat virus mengalami komplikasi. Fulminant hepatitis adalah komplikasi yang tidak diinginkan dan memiliki risiko kematian yang tinggi. Dalam kondisi ini, hepatitis fulminan terutama terjadi pada hepatitis akut akibat virus A dan E. Penyakit ini lebih jarang terjadi pada hepatitis yang disebabkan oleh infeksi hepatitis B. Virus hepatitis C tidak pernah diketahui menyebabkan hepatitis fulminan.

Tujuan dari perawatan penyakit hepatitis C dari dalam tubuh adalah untuk mengurangi resiko dari terjadinya kerusakan hati. Tidak semua orang akan membutuhkan perawatan pada penyakit hepatitis C untuk kasus yang tidak terlalu parah dan biasanya tidak akan mempengaruhi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu perawatan yang biasanya paling sering terjadi dan paling efektif adalah untuk jenis penyakit hepatitis C merupakan pengobatan pada kombinasi dengan menggunakan IFN atau interferon jenis pegilasi dan juga ribavirin. Perawatan pada penyakit hepatitis C yang sudah berkembang dengan cepat untuk beberapa tahun belakang ini dan juga 80% orang yang mempunyai genotip jenis tertentu dan sekitar 50% sampai 60% dari semua orang yang menjalankan perawatan dengan melakukan pengobatan yang pernah dilakukan pada orang dewasa hal ini membantu untuk menghapuskan atau menghilangkan virus penyebab penyakit hepatitis C.

Beberapa genotip yang lebih responsif pada proses perawatan dibandingkan dengan jenis genotip yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian dari beberapa penderita penyakit hepatitis C bisa menghilangkan virus penyebab penyakit hepatitis dan bisa terbebas dari suatu gejala. Interferin yang disuntikkan dibawah permukaan kulit dan juga ribavirin yang diminum yang bentuk obatnya berupa sediaan pil. Perawatan yang biasanya dilakukan sekitar 6-12 bulan. Dan pemeriksaan yang dilakukan secara berkala oleh dokter umum atau juga dokter spesialis Anda sangat penting sekali disaat melakukan perawatan untuk bisa memantau adanya suatu kemajuan Anda dan dalam menanggapi segera masalah yang ada.

Cara mengetahui bagaimana bisa tubuh Anda menderita penyakit hepatitis C, maka Anda harus melakukan pemantauan pada kesehatan Anda. Hal ini bisa membantu dalam menentukan apakah Anda harus melakukan perawatan dan kapan harus melakukan perawatan. Pemantauan yang dilakukan secara berkala dalam kesehatan Anda akan melibatkan suatu konsultasi yang dilakukan dengan dokter umum atau klinik tempat Anda melakukan pemeriksaan dan juga gabungan dari keduanya. Hal yang sangat penting sekali adalah Anda harus memelihara kesehatan Anda dengan mengonsumsi jenis makanan yang sehat, selain itu membatasi dan juga berhenti dalam minum alkohol dan melakukan aktivitas fisik dengan cara berkala. Jika seseorang sudah positif mengalami penyakit hepatitis C, tes antibodi dari penderita penyakit hepatitis C biasanya akan memberikan suatu hal yang positif, walaupun tubuh Anda sudah menghapuskan atau menghilangkan virus tersebut atau setelah melakukan perawatan dan berhasil. Beberapa tes juga digunakan untuk membantu menentukan apakah penyakit hepatitis C yang sudah dihilangkan tadi yang berarti bahwa Anda tidak akan menularkannya lai pada orang lain dan tidak terjadi kerusakan hati lagi.

Pemeriksaan Hepatitis C

Tes yang dilakukan untuk pengobatan penyakit hati hepatitis C adalah tes fungsi hati yang membantu melihat bagaimana hati Anda bsia berfungsi. Dan salah satu dari tes ini biasanya dikenal dengan istilah kedokteran tes ALT (alanine aminotransferase). Pada tes ini biasanya akan menunjukkan suatu masalah pada kerusakan hati yang terjadi. Hasil tes setelah pemeriksaan mungkin akan naik atau juga turun dalam waktu tertentu akibat dari beberapa penyebab misalnya adalah karena konsumsi alkohol, jenis obat-obatan tertentu atau juga disaat tubuh Anda sedang mengalami infeksi yang lainnya.

Penyakit Hepatitis C Akut

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Penyakit Hepatitis C

Penyebab Penyakit Hepatitis CPenyakit hepatitis C merupakan peradangan pada organ liver (hati) yang disebabkan oleh penyebaran virus hepatitis C. Virus hepatitis C yang masuk ke organ hati melalui aliran darah ini kemudian akan merusak sistem kerja organ hati (liver) dan menginfeksi jaringan sel-sel di sekitar organ hati.

Penyebab Penyakit Hepatitis C

Penyebab Penyakit Hepatitis C

 Penyakit Hepatitis C

Sekitar 15% dari kejadian infeksi hepatitis C ini bersifat akut. Artinya secara spontan tubuh membersihkan infeksi hepatitis C tanpa adanya toleransi. Dan 85% lainnya kejadian infeksi hepatitis C ini bersifat kronis dan seiring berjalannya waktu akan merusak organ hati, kemudian timbul penyakit baru di seputar organ hati seperti sirosis hati dan fatty liver (pembengakkan hati) bahkan jika kekebalan tubuh penderita hepatitis C ini semakin melemah, virus hepatitis C ini akan semakin mudah untuk berkembang biak hingga menimbulkan penyakit kanker hati yang kronis.

Hal utama yang harus dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan dari penyakit hepatitis C ini dengan menghindari minuman alkohol, minuman bersoda dan konsumsi makanan sehat serta buah-buahan.

Gejala Penyakit Hepatitis C

Gejala umum yang terlihat dari penderita penyakit hepatitis C adalah kelelahan kronis. Namun kelelahan juga dapat disebut sebagai efek samping dari pengobatan hepatitis C. Untuk menghilangkan rasa lelah kronis ini, pendertita hepatitis C ini dianjurkan untuk beristirahat cukup dan melalukan olahraga ringan.

Hal unik dari penyakit hepatitis C ini adalah gejala yang ditujukkan tidak begitu terlihat meski infeksi virus hepatitis C ini terlah terjadi bertahun-tahun. Penderita penyakit hepatitis C ini layaknya seperti orang yang sehat (tidak menderita hepatitis), hanya kelelahan kronis yang terlihat dan sering dialami.

Namun untuk mengenali gejala-gejala penyakit hepatitis C yang mungkin terjadi meski terlihat samar :

  • Rasa lelah kronis
  • Nafsu makan yang semakin menurun dan kemudian hilang
  • Penderita mengalami sakit perut
  • Perubahan warna urine (air kemih) yang menjadi gelap
  • Kulit tubuh dan mata menjadi kuning (jaundice) meski jarnag terjadi

Gejala penyakit hepatitis C ini akan semakin terlihat dan dirasakan penderita. Penularan hepatitis C kebanyakan terjadi melalui kontak langsung dengan darah atau benda-benda yang mudah terkontaminasi dengan penderita hepatitis C.

Penularan penyakit hepatitis C dapat terjadi dalam kegiatan sehari-hari yang dimana virus semakin mudah ditularkan melalui darah, bagian tubuh yang tersayat benda tajam, mimisan hingga darah menstruasi. Selain itu dapat ditularkan melalui alat pribadi seperti sikat gigi, alat cukur atau alat manicure. Bahkan virus hepatitis akan semakin cepat tertular melalui hubungan seksual pada mereka yang memiliki lebih dari satu pasangan.

Penyebab Penyakit Hepatitis C

Penyebab penyakit hepatitis C adalah karena infeksi dari bawaan darah. Penyakit hepatitis C ini ditularkan lewat kontak darah dengan darah, disaat darah mengalami suatu infeksi lewat aliran darah dari orang lain. Yang terjadi di negara Australia adalah kebanyakan dari infeksi penyakit hepatitis adalah salah satu penyebab penyakit hepatitis c adalah akibat dari penggunaan jarum dan juga alat lainnya yang disuntikkan misalnya adalah konsumsi penggunaan jenis narkotika suntikan. Anda juga bisa tertular penyakit hepatitis c walaupun hanya sesekali saja menggunakan alat suntik dengan cara yang bergantian.

Penyebab penyakit hepatitis C adalah ;

  1. Tertusuk oleh jarum dalam lingkungan kesehatan. Dan resiko dari penyakit hepatitis pada jarum yang banyak dijumpai di lingungan yang umum misalnya di taman jumlahnya sangat rendah.
  2. Mendapatkan seni di tubuh misalnya seperti body piercing dan juga tato. Penggunaan dari alat seni tubuh yang tidak steril bisa beresiko dalam penularan penyakit hepatitis C.
  3. Melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan pengaman yang bisa melibatkan darah atau juga terjadinya kerusakan pada kulit misalnya adalah hubungan seksual tidak wajar lewat dubur atau juga hubungan seksual yang tidak terlindungi dengan wanita yang sedang mengalami menstruasi. Resiko dari hubungan seksual antara penis dan vagina pada waktu lain jumlahnya sangat kecil.
  4. Menggunakan barang pribadi dengan bergantian yang ternoda dengan sedikit bekas darah misalnya adalah penggunaan alat cukur, sikat gigi dan juga menggunakan flos gigi.
  5. Resiko dari ibu ke calon janin di dalam kandungan dan saat proses persalinan sedang berlangsung. Namun resiko ini sangat kecil dan hampir tidak muncul resiko penularan penyakit hepatitis C dari ibu menyusui.

Jika Anda sudah terlanjur positif terkena penyakit hepatitis C maka hal yang harus Anda lakukan adalah Anda harus memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan perawatan agar sembuh. Anda juga harus yakin bahwa dokter yang menangani Anda mempunyai pengetahuan yang lebih paham mengenai penyakit hepatitis C. Walaupun Anda sudah positif mengalami penyakit hepatitis C, Anda masih akan bsia menularkan jenis penyakit hepatitis yang lain dari virus hepatitis B. Jika Anda sudah dirawat dan sudah sembuh kemungkinan untuk bisa tertular penyakit hepatitis C juga bisa terjadi. Dan Anda harus tetap melakukan perlindungan diri Anda dari resiko penyakit hepatitis C kambuhan. Anda tetap harus bertanggung jawab untuk tidak menularkan penyakit hepatitis C kepada orang lain. Kurangi resiko penularan penyakit hati yang lainnya misalnya adalah penyakit hepatitis A, penyakit hepatitis B, dan sebaiknya tanyakan kepada dokter umum atau dokter pribadi Anda mengenai pemberian vaksin pada penyakit hepatitis A dan juga penyakit hepatitis B.

Penyebab Penyakit Hepatitis C

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Vaksin Penyakit Hepatitis C – Sejak perkenalannya pemeriksaan penapisan untuk HCV terjadi penurunan nyata dalam insiden hepatitis terkait transfusi. Organisme penyebab tersering dari apa yang dahulu disebut hepatitis non A non B adalah hepatitis C. Sebelum pemeriksaan antibodi HCV diterapkan, digunakan dua uji pengganti antibodi terhadap antigen core hepatitis B (anti HBc) dan enzim hati alanin aminortransferase (ALT :glutamat piruvat transminase serum (SGPT); keduanya menurunkan kemungkinan hepatitis non A, non B sebesar 40%. Sejak diterapkannya pemeriksaan penapisan antibodi HCV, hepatitis terkait transfusi telah menurun menjadi antara 1 dalam 5000 dan 1 dalam 50.000 dan dengan pemeriksaan-pemeriksaan yang lebih mutakhir kemungkinan ini menjadi 1 dalam 103.000.

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Gambaran klinis utama hepatitis HCV adalah gejala subklinis, sementara ikterus jarang dijumpai. Peningkatan enzim serum biasanya fluktuatif dan mungkin tidak terdeteksi. Hal yang paling penting pada penyakit hati progresif. Salah satu komplikasi utama hepatitis HCV adalah timbulnya hepatitis aktif kornis dan akhirnya sirosis pascanekrotik. Dahulu, diagnosis hepatitis non A non B hanya dapat dibuat setelah pemeriksaan serologik menyingkirkan hepatitis A, B, CMV, EBV, dan HIV. Penggunaan uji antibodi HCV merupakan terobosan besar dalam bidang pemeriksaan penapisan penyakit infeksi sebelum transfusi darah. Di antara para pasien hepatitis HCV, 15-20% dapat mengalami sirosis dan 5-10% mungkin kemudian terjangkit karsinoma hepatoselular.

Hepatitis C juga menyebabkan peradangan hati yang cukup berat diperkirakan 80% menjadi hepatitis kronis (menahun) dan dapat berkembang menjadi sirosis hati. Hepatitis C menular melalui darah, biasanya karena transfusi atau jarum suntik yang terkontaminasi virus hepatitis C (VHC).

Hepatitis C virus (HCV) masuk ke sel hati, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi sel lainnya. Gejala hepatitis C kurang lebih sama dengan hepatitis A dan hepatitis B.

Pencegahan Penyakit Hepatitis C

Sebagai pencegahan dan pengobatan dari penularan virus hepatitis C ini dapat diberikan Vaksin Penyakit Hepatitis C dan imunisasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hepatitis C yang umumnya ditularkan melalui darah yang tercemar virus hepatitis C ini telah meninggalkan nyawa penderita hingga 350.000 jiwa di seluruh dunia dalam kurun waktu 1 tahun. Hepatitis C ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi hati dan dapat menjelma menjadi kanker hati. Hingga saat ini belum ada vaksin yang memadai. Namun untuk Vaksin Penyakit Hepatitis C hanya disediakan untuk anak-anak usia balita.

Dalam pemberian vaksin penyakit hepatitis C ini berarti adalah salah satu bentuk untuk melakukan pencegahan penyakit hepatitis C. Selain dengan pemberian vaksin, cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis C adalah :

  1. Jangan menggunakan narkotika. Jika Anda melakukannya maka sebaiknya jangan menggunakan jarum, semprit, penyaring atau juga air dan sendok dengan bersamaan. Sebaiknya cucilah tangan atau juga gosokkanlah jari Anda sebelum menyentuhnya pada tempat injek orang lainnya. Selalu menggunakan jarum atau juga menggunakan semprit yang baru dan juga bersih. Anda bisa  mendapatkannya dari apotek, gerai pertukaran jarum dan juga semprit di rumah sakit daerah setelah jam kerja berlangsung.
  2. Melakukan hubungan seksual yang aman, Anda bisa menggunakan kondom atau juga menggunakan dam gigi dan pelumas yang bahan utamanya adalah air. Peningkatan resiko akan lebih tinggi jika Anda berganti-ganti pasangan, hubungan seks oral atau seks lewat mulut atau juga melakukan hubungan seksual yang dilakukan lewat anus serta melakukan hubungan seksual di saat wanita sedang menstruasi.
  3. Sebaiknya sebelum Anda memutuskan untuk tato atau body piercing, maka yakinkan bahwa semua peralatan harus terlebih dahulu disterilkan, penggunaan dari pisau cukur dan penggunaan jarum yang baru setiap kali akan memulainya.
  4. Sebaiknya jangan menggunakan alat pribadi dengan bersamaan .
  5. Petugas pelayanan medis atau kesehatan harus tetap mengikuti prosedur pengendalian infeksi di tempat tugas.

Bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit hepatitis C atau tidak? Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksakan darah. Pemeriksaan pada antibodi virus hepatitis C biasanya akan menunjukkan suatu tanda apakah Anda sudah terinfeksi atau tidak. Hasil dari pemeriksaan yang positif ini akan terlihat selama kurang lebih 4-6 bulan setelah Anda mengalami infeksi pertama. Jadi jika hasil pemeriksaan Anda negatif, maka Anda harus mengulangi pemeriksaan lagi setelah 4-6 bulan setelah melakukan pemeriksaan pertama. Pemeriksaan antibodi HCV yang tidak menampakkan apakah Anda bisa menjadi seorang pembawa virus. Jadi jika hasil pemeriksaan Anda positif, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan yang lainnya atau pemeriksaan HCV PCR untuk melihat apakah virusnya masih ada di dalam darah Anda. Sebaiknya tanyakanlah pada dokter umum, dokter pilihan Anda atau juga pada petugas kesehatan tentang pemeriksaan penyakit hepatitis C.

Hal yang harus Anda ketahui adalah, bahwa penyakit hepatitis V tidak bisa ditularkan lewat beberapa hal berikut ini :

  1. Lewat pemakaian toilet dengan bersamaan dan bergantian
  2. Pemakaian dengan bersamaan pada peralatan makan dan juga alat minum.
  3. Batuk, bersin dan juga ciuman serta berpelukan.
  4. Kolam renang
  5. Gigitan dari serangga seperti nyamuk dan jenis lainnya

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Hepatitis C dan Penularannya

Hepatitis C dan Penularannya – Seperti halnya hepatitis B, hepatitis C juga menular melalui jarum suntik yang terinfeksi dan transfusi darah atau produk darah yang terinfeksi. Namun, penyakit ini jarang menular melalui kontak pribadi yang dekat atau hubungan seksual, atau kepada bayi yang baru lahir melalui ibu yang terinfeksi. Sumber penularan terbesar dalam kasus penularan hepatitis C adalah penggunaan jarum suntik yang digunakan diantara para pengguna narkoba.

Hepatitis C dan Penularannya

Hepatitis C dan Penularannya

Penyakit Hepatitis C

Hepatitis akut yang disebabkan oleh virus penyakit hepatitis C biasanya merupakan suatu penyakit ringan. Namun, 50-75% orang yang terinfeksi virus penyakit hepatitis C mengembangkan hepatitis kronis. Hepatitis kronis akibat penyakit hepatitis C bisa berkembang menjadi sirosis hati dalam waktu 15-20 tahun. Sebagian orang juga mungkin menjadi pembawa tanpa gejala dari virus hepatitis C. Tak hanya itu, penyakit hepatitis C yang kronis dapat menyebabkan kanker hati setelah sekitar 10-20 tahun. Antibodi terhadap virus ini berkembang dalam 4-24 minggu setelah gejalanya muncul.

Hepatitis C dan Penularannya tidak akan bisa melalui hal-hal seperti bergaul dengan seperti biasanya, berpelukan, mengobrol biasa, dan kegiatan semacamnya.Itu sebabnya untuk menghindari Hepatitis C dan Penularannya berikut ini adalah hal-hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

  • Selalu menjaga kebersihan alat-alat pribadi dan tidak pernah meminjam alat-alat pribadi seperti sikat gigi atau alat cukur pada orang lain
  • Bila kita inginkan mendonorkan darah sebaiknya cvek kesterilan dari jarum suntik. Ingat, jarum suntik bisa beresiko terhadap Hepatitis C dan Penularannya
  • Bila kita kan menikah, tak ada salahnya untuk menanyakan serta berterus terang juga tentang penyakit masing-masing.

Pada penderita penyakit hepatitis C, gejala hepatitis C yang biasanya muncul adalah ;

  1. Kelelahan
  2. Selera makan yang menurun
  3. Nyeri pada perut
  4. Urin yang gelap dan pekat
  5. Penyakit kuning pada mata dan juga pada kulit namun hal ini biasanya jarang terjadi.

Untuk beberapa kasus penyakit hepatitis C bisa diakibatkan karena terjadinya peningkatan enzim jenis tertentu di dalam hati, hal ini bisa dideteksi untuk kasus tes darah yang rutin. Meski demikian, pada beberapa penderita penyakit hepatitis C yang kronis biasanya akan mengalami kadar enzim di dalam hati fluktuasi ataupun juga dalam keadaan yang normal. Namun walaupun seperti itu, Anda tetap perlu melakukan tes jika Anda berpikir bahwa Anda mempunyai suatu resiko untuk terkena penyakit hepatitis C atau jika Anda pernah melakukan hubungan seksual dengan orang atau juga benda-benda yang sudah terkontaminasi virus penyakit hepatitis C. Salah satu jalan yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasikan penyakit ini adalah dengan melakukan tes darah.

Resiko Penyakit Hepatitis

Beberapa orang yang beresiko terkena penyakit hepatitis C adalah :

  1. Mereka yang menggunakan narkotika jenis suntik.
  2. Infeksi penularan dari ibu hamil pada bayi
  3. Pasien kasus hemodialisis
  4. Petugas medis atau pelayanan kesehatan.
  5. Orang yang lahir di negara dengan kasus angka tinggi pada terjadinya penyakit infeksi hepatitis C misalnya adalah di negara Afrika dan juga Mesir.
  6. Orang yang membuat tato dan juga melakukan body piercing dirumah dan penggunaan dari peralatan yang tidak steril dan tidak aman.
  7. Tahanan LP

Untnuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis C dan penularannya, maka Anda bisa menghindari beberapa hal seperti dibawah ini :

  1. Sebaiknya jangan menggunakan alat suntik dengan bersama-sama.
  2. Jangan menggunakan alat pribadi dengan bersama-sama karena kemungkinan ada darah yang menempel dan sudah terkontaminasi.
  3. Jika Anda membuat tato atau juga melakukan body piercing, maka pastikan terlebih dahulu bahwa alat yang Anda gunakan sudah steril dan aman untuk digunakan.
  4. Lakukan hubungan seksual yang aman.

Hingga saat ini masih belum ada vaksin yang bisa membantu mencegah terjadinya penyakit hepatitis C. Pemberian imunoglobulin yang tidak efektif. Dan dimulai dari tahun 1990, tabung darah di Australia sudah melakukan suatu pemeriksaan darah yang disumbangkan pada penderita hepatitis C.

Jika Anda sudah terlanjut menderita penyakit hepatitis C, maka hal yang bisa dilakukan adalah :

  1. Sebaiknya jangan menyumbangkan darah karena dari organ orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis C ada kemungkinan untuk disumbangkan ke orang lain yang sudah mengalami infeksi penyakit hepatitis C.
  2. Sebaiknya jangan bersama-sama menggunakan alat suntik dengan orang lain.
  3. Waspadalah dan berhati-hati untuk memastikan terlebih dahulu bahwa orang lain tidak terekspos oleh darah Anda.
  4. Bersihkanlah semua tumpahan darah dengan serbet kertas dan bersihkanlah sampai benar-benar bersih dengan menggunakan detergen dan juga dengan menggunakan air sampai tidak ada kotoran lagi. Tumpahan yang terjadi di karpet harus dicuci dengan menggunakan uap.
  5. Anda bisa menutup semua luka dengan menggunakan pembalut yang tahan dengan air.
  6. Disaat Anda sedang melakukan hubungan seksual, maka gunakanlah pemakaian pengaman atau kondom jika ada suatu kemungkinan terjadinya eksposur pada darah saat Anda sedang melakukan hubungan seksual.

Perawatan yang dilakukan pada penyakit hepatitis C adalah

  1. Terjadinya suatu peningkatan yang sangat besar dalam melakukan perawatan penyakit hepatitis C pada beberapa tahun belakang ini.
  2. Jenis obat interferon dan Ribavirin yang bisa berhasil untuk merawat penyakit hepatitis C untuk penderita tertentu.
  3. Perawatan yang berhasil tergantung dari genotipe dan juga tergantung dari jumlah virus yang ada di dalam darah.

Hepatitis C dan Penularannya

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Cara Mengobati Hepatitis C

Cara Mengobati Hepatitis CPenyakit Hepatitis C yang termasuk ke dalam 10 besar penyebab kematian di dunia. Angka kejadian penyakit hepatitis C berkisar 0,5-4% dari jumlah penduduk. Jika diasumsikan sekiatr 2-3% dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap penyakit ini maka terdapat sekitar 5-7 juta orang yang terinfeksi hepatitis C. Jumlah ini dapat bertambah setiap tahunnya karena 10% dari meraka yang teinfeksi mengalami gejala-gejala yang tidak spesifik (carrier/pembawa virus) sehingga tidak diketahui oleh masyarkat dan tidak terdiagnosis oleh dokter. Carrier VHB (virus hepatitis B) atau VHC (virus hepatitis C) berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit hepatitis B dan C.

Cara Mengobati Hepatitis C

Cara Mengobati Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Cara Mengobati Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah penyakit Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.

Kadangkala, Cara Mengobati Hepatitis C memerlukan waktu yang lama, dan tidak dapat membantu. Tetapi karena penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter anda.

Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya. Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.

Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.

Ada 3 Senyawa digunakan dalam pengobatan penyakit Hepatitis C adalah:

- Interferon alfa

Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.

- Pegylated interferon alfa

Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut “polyethylene glycol (PEG)” dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

- Ribavirin

Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

Pengobatan Hepatitis C

Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis. Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan setelah pengobatan selesai.

Ada hal yang bisa dilakukan untuk bisa mengurangi resiko dari terjadinya suatu masalah pada kerusakan hati yang lebih lanjut, maka hal yang harus dilakukan adalah :

  1. Mendapatkan vaksinasi penyakit hepatitis A serta penyakit hepatitis B
  2. Kurangi asupan minuman yang mengandung alkohol.
  3. Lakukan konsultasi dengan dokter sebelum Anda menggunakan beberapa jenis obat resep atau juga menggunakan obat yang tidak diresepkan.

Pencegahan Hepatitis C

Mencegah gejala yang muncul pada penderita penyakit hepatitis C adalah merupakan suatu hal yang sangat penting. Mereka yang mengalami penularan penyakit hepatitis C biasanya akan mengeluhkan kelelahan maksimal dan menjadi tidak bertenaga. Kadang juga merasakan sakit dibagian sendi. Jadi gejala yang terjadi dengan tidak spesifik dan bisa disebabkan karena penyakit yang bermacam-macam. Tidak ada suatu peringatan yang khas dan jelas, dan pasien tidak mengalami rasa sakit, hal ini disebabkan karena porgan hati yang mengakibatkan rasa sakitnya. Sehingga hal seperti ini membuat banyak orang kaget jika mendengar diagnosa yang ditegakkan tersebut, kakrena penderita penyakit hepatitis C biasanya akan ditemukan secara kebetulan.

Penyakit hepatitis C bisa ditularkan karena beberapa resiko kemungkinan yang terjadi dibawah ini :

  1. Mereka yang menderita penyakit hepatitis C ada suatu kemungkinan bisa menularkan penyakit hepatitis C kecuali jia infeksi yang terjadi sudah dihapus terlebih dahulu.
  2. Penyak hepatitis C yang ditularkan lewat dengan kontak darah yang mengalami infeksi dengan menggunakan :
    – Penggunaan dari jarum suntik yang sudah tercemar atau juga dengan bersama-sama menggunakan alat suntik disaat sedang menyuntikkan narkotika, membuat tato atau juga body piercing.
    – Transfusi darah
    – Luka di jarum suntik
    – Prosedur pada dunia medis yang melibatkan peralatan yang sudah tercmar
    – Menggunakan alat pribadi dengan bersamaan
  3. Namun untuk kasus penyakit hepatitis C jarang sekali ditemukan pada penularan lewat hubungan seksual, namun kemungkinan yang terjadi adalah jika ada suatu kontak dengan darah.
  4. Penyakit hepatitis C mungkin saha bisa ditularkan dari ibu kepada calon bayinya.
  5. Penyakit hepatitis C tidak bisa ditularkan lewat kontak biasa, seperti makan dengan bersamaan, menggunakan toilet dan juga berpelukan.
  6. Infeksi akan kambuh lagi jika genotipe yang ada sifatnya berbeda.

Cara Mengobati Hepatitis C

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , | Leave a comment

Bentuk Penularan Hepatitis C

Bentuk Penularan Hepatitis C – Walaupun tingkat kronisitas hepatitis C lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis B, tetap perjalanan kliniknya lebih ringan. Penyakti hepatitis C lebih mudah disembuhkan jika diberikan pengobatan yang tepat secara dini. Hal ini karena materi genetik virus hepatitis C berupa RNA (ribonucleic acid) yang menempel di luar sel, sedangkan pada virus hepatitis B materi genetiknya berupa DNA (Deoxyribonucleic acid) yang menempel pada gen sehingga penyakitnnya lebih sukar diobati.

Bentuk Penularan Hepatitis C

Bentuk Penularan Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Berikut ini cara Bentuk Penularan Hepatitis C :

  1. Parenteral
    Umumnya terjadi melalui transfusi darah, suntikan atau produk darah yang belum diskrining. Risiko tinggi pada pasien cuci darah, hemofilia, talasemia, dan orang yang mendapat suntikan melalui intravena.
  1. Kontak dengan penderita
    Penularan hepatitis C dari orang ke orang belum jelas, mungkin terjadi melalui penggunaan bersama alat cukur atau sikat iggi dalam keluarga.
  1. Transmisi seksual
    Kontak seksual dengan banyak pasangan atau dengan penderita hepatitis.
  1. Kongenital/Neonatal
    Ibu yang tersernag hepaitis menularkan virus hepatitis C pada bayinya, tetapi angka kejadiannya juga kecil.
  1. Transmisi non parenteral
    Kasus hepatitis sporadik menunjukkan bahwa hepatitis C dapat ditularkan melalu cara non parenteral.

Terjadinya bentuk penularan penyakit hepatitis C bisa dimulai dari kontak darah yang terjadi antara orang yang mengalami infeksi dengan orang yang kemungkinan beresiko mengalami infeksi. Karena penyakit hepatitis C merupakan salah satu jenis virus yang sangat kecil, dan sejumlah darah yang sangat kecil serta tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Penyakit hepatitis C bisa ditularkan lewat jarum suntik yang dipakai dan akan menular setelah kurang lebih tiga minggu. Virus ini bisa saja tahan di dalam darah yang membeku selama kurang lebih sampai empat hari.

Penularan Penyakit Hepatitis C

Dalam aktivitas yang tidak akan melibatkan terjadinya penularan penyakit hepatitis C adalah seperti berpelukan, berciuman, atau juga makan dan minum dengan menggunakan alat makan dan alat minum secara bersamaan. Untuk berciuman, kasusnya akan menjadi suatu kemungkinan terjadinya penularan jika di dalam mulut ada suatu luka yang bisa membuat virus penyakit hepatitis C bisa menular. Namun, ada resiko yang terjadi lebih besar dari penularan penyakit hepatitis C misalnya adalah dengan menggunakan alat cukur, gunting kuku dan juga menggunakan sikat gigi secara bersamaan. Karena alat ini merupakan alat yang mengandung jumlah darah yang sangat kecil serta tidak bisa dilihat dengan mata.

Salah satu bentuk penularan penyakit hepatitis C yang paling tinggi terjadi adalah lewat jarum suntik narkotika. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% kasus yang terjadi pada pemakai narkoba jenis suntikan akan mengalami infeksi penyakit hati hepatitis C. Oleh sebab itulah, banyak penasun yang mengalami infeksi penyakit Hepatitis C hingga saat ini masih belum diketahui apakah seseorang yang memgalami infeksi dari memandangnya, Anda harus waspada dan sangat berhatih-hati jika menyuntikan narkoba dengan bergantian. Sebaiknya jangan menggunakan alat pribadi bersamaan dengan orang lain.

Selain itu pemakaian dari jarum suntik yang digunakan secara bergantian adalah suatu hal yang mempunyai resiko untuk bisa mengalami infeksi penyakit hepatitis C. Kita juga bisa mengalami penularan penyakit hepatitis C lewat alat atau juga barang orang lain yang digunakan saat sedang menyuntik narkotika.

Cara Mencegah Penyakit Hepatitis C

Menjaga diri dan waspada pada penularan penyakit hepatitis bisa Anda lakukan dengan cara yang sederhana. Hal yang harus Anda lakukan adalah tetaplah bergaul dengan penderita penyakit hepatitis C seperti biasanya. Dibawah ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis C adalah :

  1. Jagalah kebersihan alat-alat pribadi Anda dan sebaiknya jangan pernah meminjam atau menggunakan alat-alat pribadi orang lain misalnya adalah alat cukur dan juga sikat gigi.
  2. Jika Anda ingin melakukan donor darah, maka sebaiknya alat suntik harus terlebih dahulu di cek sterilnya dan juga ingatlah bahwa salah satu jenis alat yang mempunyai resiko besar dalam penularan adalah penggunaan jarum suintik.
  3. Jika Anda akan menikah, maka Anda bisa menanyakan kepada pasangan mengenai riwayat kesehatan masing-masing.

Diagnosis yang dilakukan pada penyakit hepatitis C adalah :

  1. Tes antibodi pada penyakit hepatitis C yang menunjukkan bahwa orang tadi sudah terpapar pada virus penyakit hepatitis sebelumnya, namun hal ini tidak menunjukkan apakah virus ini masih bersembunyi di dalam darah, selain itu juga bayi yang dilahirkan dari wanita yang sudah pernah mengalami infeksi penyakit hepatitis C akan mempunyai antibodi yang berasal dari ibunya pada kurang lebih selama 1 tahun pertama dihidupnya, namun hal ini tidak berarto bahwa bayi tersebut sudah mengalami infeksi.
  2. Tes asam nukleik misalnya adalah jenis PCR yang akan menunjukkan bahwa virus ini masih ada did alam darah.
  3. Melakukan tes jumlah virus hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukan jumlah banyak virus yang ada di dalam darah.
  4. Tes genotipe yang dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa jenis virus mana yang ada di dalam darah dan hal ini akan membantu untuk membuat suatu perencanaan dalam perawatan.
  5. Tes fungsi hati yang betujuan untuk menunjukkan suatu kemungkinan dari terjadinya kerusakan pada penyakit hati.
  6. Biopsi hati, pemeriksaan dan diagnosis yang dilakukan adalh sedikit hati diambil kemudian diperiksa dengan menggunakan mikroskop dan akan menunjukkan suatu jenis dan keparahan dari rusaknya hati serta membantu merencanakan perawatan yang tepat.

Bentuk Penularan Hepatitis C

Posted in Penyakit Hepatitis C | Tagged , , , , | Leave a comment

Hepatitis C

Jenis hepatitis C ini disebabkan oleh virus hepatitis C (VHC). Virus ini sebelumnya dikenal dengan virus hepatitis non A-non B (NANB) yang menyebabkan kasus-kasus hepatitis pascatransfusi darah atau produk darah sehingga disebut juga sebagai tranfusion-asssociated hepatitis (hepatitis yang berhubungan denag transfusi). Hepatitis C dikenal mempunyai masa tunas yang lama dan sering disertai tnda-tanda subklinis yang ringan, tetapi dengan tingkat kronisitas (kejadian menjadi kronis) dan progresivits ke arah sirosis yang tinggi.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia WHO tahun 2005, diperkirakan sekitar 170 juta penduduk dunia terinfeksi virus hepatitis C (VHC). Setiap tahunnya terjadi laju pertambahan infeksi baru yang mencapai 3-4 juta orang. Di Indonesia belum ada angka yang pasti, tetap diperkirakan sekitar tujuh juta penduduk yang sudah terinfeksi virus hepatitis C.

Hepatitis C

Hepatitis C

Penularan Penyakit Hepatitis C

Pertumbuhan (replikasi) virus hepatitis C sangat cepat dan tingkat kronisitasnya lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis B dan virus hepatitis lainnya. Selain itu, secara genetik VHC mempunyai banyak tipe virus dan tingkat mutasi tinggi sehingga belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit hepatitis C. Sebagian besar dari infeksi virus hepatitis C, yaitu sekitar 80-90% akan berkembang menjadi kronis (penyakit hati menahun). Jika hepatitis kronis tidak diobati dengan tuntas dapat berkembang menjadi sirosis dan kanker hati yang sukar diobati sehingga harus dilakukan transplantasi (cangkok hati). Di Indonesia, transplantasi hati sulit dilakukan karena faktor kesulitan donor. 

Penyakit hepatitis C bisa ditularkan lewat alat atau juga tinta tato yang digunakan dengan bersamaan dan bergantian. Dan pada beberapa orang yang mengalami infeksi dalam sarana kesehatan, misalnya adalah tertusuk dengan jarum yang tidak sterol. Selain itu, petugas layanan kesehatan yang mengalami penularan penyakit hepatitis C akan tertutusuk dengan tidak sengaja menggunakan jarum suntik. Penyakit hepatitis C juga bisa ditularkan lewat infeksi dari donor darah, walaupun donor darah di Indonesia akan di skrining untuk penyakit hepatitis C.

Penyakit hepatitis C sangat mudah menular dibandingkan penyakit HIV AIDS yang hanya tertular lewat darah saja. Di Indonesia, sekitar lebih dari 40 kali jumlahnya lebih banyak untuk seseorang menderita penyakit hepatitis C dibandingkan dengan terinfeksi penyakit HIV. Kita juga bisa teriinfeksi penyakit hepatitis C namun tanpa kita sadari. Kurang lebih adalah sekitar 15-30% orang yang memberantas penyakit hepatitis V tanpa menggunakan obat. Dan sisanya adalah infeksi penyakit hepatitis C kronis, selain itu virus ini akan hidup di dalam tubuh kita kita berhasil melakukan pengobatan. HCV mungkin saja tidak menyebabkan masalah selama 15-20 tahun dan bahkan lebih lama, namun penyakit hepatitis C akan menyebabkan terjadinya kerusakan hati yang sangat berat yang biasanya disebut dengan penyakit sirosis hati. Orang dengan kasus sirosis hati biasanya akan mempunyai resiko besar mengalami penyakit kanker hati, gagal hati dan juga paling fatal adalah kematian. Salah satu penelitian menunjukkan bahwa iinfeksi HCV yang kronis akan meningkatkan terjadinya kematian 2 kali lebih besar.

Hal yang dilakukan adalah dengan melakukan pencegahan penyakit hepatitis C. Cara mencegah penyakit hepatitis C adalah :

  1. Menghindari jenis konsumsi daging setengah matang.
    Salah satu bentuk pencegahan dari penyakit hepatitis c adalah dengan menghindari asupan makanan seperti daging jenis apapun yang dimasak dalam keadaan setengah matang. Daging yang dimasak dengan setengah matang akan mempunyai suatu kemungkinan untuk bisa mengandung virus serta kuman yang sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh dan salah satunya adalah penyakit virus hepatitis C. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari hal tersebut.
  2. Melakukan deteksi dini penyakit hepatitis C
    Dengan memeriksakan diri ke dokter dan juga laboratorium kesehatan saat Anda sakit dan juga dalam keada sehat. Walaupun Anda merasa tubuh Anda dalam keadaan sehar, namun pemeriksaan harus tetap dilakukan. Dengan memeriksakan diri ke dokter dengan melakukan general check up sebagai salah satu usaha untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis C.
  3. Hindari pemakaian alat cukur dan jenis benda yang tajam dengan bergantian
    Pencegahan penyakit hepatitis C yang bisa dilakukan adalah sebaiknya jangan menggunakan alat pribadi seperti alat cukur, sikat gigi dengan bergantian. Salah satu penularan hepatitis C adalah diakibatkan karena benda tajam seperti alat cukur dan juga penggunaan silet dengan bersamaan. Pencegahan ini dilakukan juga pada alat-alat pribadi Anda.
  4. Jangan melakukan hubungan seksual yang tidak aman
    Pencegahan ini dilakukan karena salah satu penularan yang terjadi pada penyakit hepatitis C adalah lewat hubungan seksual. Sebaiknya hal yang dilakukan saat Anda akan melakukan hubungan seksual dengan orang lain adalah dengan menggunakan kondom pengaman. Pencegahan dari penyakit hepatitis C bukan hanya dilakukan oleh individu saja namun juga harus dilakukan oleh pemerintah. Karena peningkatan pada jumlah orang yang mati akibat penyakit hepatitis C juga sangat tinggi.

Salah satu jenis pencegahan yang bisa dilakukan oleh pemerintah adalah dengan pemberian vaksinasi dan imunisasi. Selain itu, penyuluhan yang diberikan pada seluruh lapisang masyarakat. Karena ketidakpahaman mengenai penyakit hepatitis C yang terjadi pada masyarakat akan meningkatkan resiko dari terjadinya penularan penyakit hepatitis C. Pencegahan lainnya adalah dengan mengurangi jumlah orang yang menderita penyakit hati hepatitis C.

Hepatitis C

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , | Leave a comment