Bentuk Penularan Hepatitis C

Bentuk Penularan Hepatitis C – Walaupun tingkat kronisitas hepatitis C lebih tinggi dibandingkan dengan hepatitis B, tetap perjalanan kliniknya lebih ringan. Penyakti hepatitis C lebih mudah disembuhkan jika diberikan pengobatan yang tepat secara dini. Hal ini karena materi genetik virus hepatitis C berupa RNA (ribonucleic acid) yang menempel di luar sel, sedangkan pada virus hepatitis B materi genetiknya berupa DNA (Deoxyribonucleic acid) yang menempel pada gen sehingga penyakitnnya lebih sukar diobati.

Bentuk Penularan Hepatitis C

Bentuk Penularan Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Berikut ini cara Bentuk Penularan Hepatitis C :

  1. Parenteral
    Umumnya terjadi melalui transfusi darah, suntikan atau produk darah yang belum diskrining. Risiko tinggi pada pasien cuci darah, hemofilia, talasemia, dan orang yang mendapat suntikan melalui intravena.
  1. Kontak dengan penderita
    Penularan hepatitis C dari orang ke orang belum jelas, mungkin terjadi melalui penggunaan bersama alat cukur atau sikat iggi dalam keluarga.
  1. Transmisi seksual
    Kontak seksual dengan banyak pasangan atau dengan penderita hepatitis.
  1. Kongenital/Neonatal
    Ibu yang tersernag hepaitis menularkan virus hepatitis C pada bayinya, tetapi angka kejadiannya juga kecil.
  1. Transmisi non parenteral
    Kasus hepatitis sporadik menunjukkan bahwa hepatitis C dapat ditularkan melalu cara non parenteral.

Terjadinya bentuk penularan penyakit hepatitis C bisa dimulai dari kontak darah yang terjadi antara orang yang mengalami infeksi dengan orang yang kemungkinan beresiko mengalami infeksi. Karena penyakit hepatitis C merupakan salah satu jenis virus yang sangat kecil, dan sejumlah darah yang sangat kecil serta tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Penyakit hepatitis C bisa ditularkan lewat jarum suntik yang dipakai dan akan menular setelah kurang lebih tiga minggu. Virus ini bisa saja tahan di dalam darah yang membeku selama kurang lebih sampai empat hari.

Penularan Penyakit Hepatitis C

Dalam aktivitas yang tidak akan melibatkan terjadinya penularan penyakit hepatitis C adalah seperti berpelukan, berciuman, atau juga makan dan minum dengan menggunakan alat makan dan alat minum secara bersamaan. Untuk berciuman, kasusnya akan menjadi suatu kemungkinan terjadinya penularan jika di dalam mulut ada suatu luka yang bisa membuat virus penyakit hepatitis C bisa menular. Namun, ada resiko yang terjadi lebih besar dari penularan penyakit hepatitis C misalnya adalah dengan menggunakan alat cukur, gunting kuku dan juga menggunakan sikat gigi secara bersamaan. Karena alat ini merupakan alat yang mengandung jumlah darah yang sangat kecil serta tidak bisa dilihat dengan mata.

Salah satu bentuk penularan penyakit hepatitis C yang paling tinggi terjadi adalah lewat jarum suntik narkotika. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sekitar 90% kasus yang terjadi pada pemakai narkoba jenis suntikan akan mengalami infeksi penyakit hati hepatitis C. Oleh sebab itulah, banyak penasun yang mengalami infeksi penyakit Hepatitis C hingga saat ini masih belum diketahui apakah seseorang yang memgalami infeksi dari memandangnya, Anda harus waspada dan sangat berhatih-hati jika menyuntikan narkoba dengan bergantian. Sebaiknya jangan menggunakan alat pribadi bersamaan dengan orang lain.

Selain itu pemakaian dari jarum suntik yang digunakan secara bergantian adalah suatu hal yang mempunyai resiko untuk bisa mengalami infeksi penyakit hepatitis C. Kita juga bisa mengalami penularan penyakit hepatitis C lewat alat atau juga barang orang lain yang digunakan saat sedang menyuntik narkotika.

Cara Mencegah Penyakit Hepatitis C

Menjaga diri dan waspada pada penularan penyakit hepatitis bisa Anda lakukan dengan cara yang sederhana. Hal yang harus Anda lakukan adalah tetaplah bergaul dengan penderita penyakit hepatitis C seperti biasanya. Dibawah ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis C adalah :

  1. Jagalah kebersihan alat-alat pribadi Anda dan sebaiknya jangan pernah meminjam atau menggunakan alat-alat pribadi orang lain misalnya adalah alat cukur dan juga sikat gigi.
  2. Jika Anda ingin melakukan donor darah, maka sebaiknya alat suntik harus terlebih dahulu di cek sterilnya dan juga ingatlah bahwa salah satu jenis alat yang mempunyai resiko besar dalam penularan adalah penggunaan jarum suintik.
  3. Jika Anda akan menikah, maka Anda bisa menanyakan kepada pasangan mengenai riwayat kesehatan masing-masing.

Diagnosis yang dilakukan pada penyakit hepatitis C adalah :

  1. Tes antibodi pada penyakit hepatitis C yang menunjukkan bahwa orang tadi sudah terpapar pada virus penyakit hepatitis sebelumnya, namun hal ini tidak menunjukkan apakah virus ini masih bersembunyi di dalam darah, selain itu juga bayi yang dilahirkan dari wanita yang sudah pernah mengalami infeksi penyakit hepatitis C akan mempunyai antibodi yang berasal dari ibunya pada kurang lebih selama 1 tahun pertama dihidupnya, namun hal ini tidak berarto bahwa bayi tersebut sudah mengalami infeksi.
  2. Tes asam nukleik misalnya adalah jenis PCR yang akan menunjukkan bahwa virus ini masih ada did alam darah.
  3. Melakukan tes jumlah virus hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menunjukan jumlah banyak virus yang ada di dalam darah.
  4. Tes genotipe yang dilakukan dengan tujuan untuk menunjukkan bahwa jenis virus mana yang ada di dalam darah dan hal ini akan membantu untuk membuat suatu perencanaan dalam perawatan.
  5. Tes fungsi hati yang betujuan untuk menunjukkan suatu kemungkinan dari terjadinya kerusakan pada penyakit hati.
  6. Biopsi hati, pemeriksaan dan diagnosis yang dilakukan adalh sedikit hati diambil kemudian diperiksa dengan menggunakan mikroskop dan akan menunjukkan suatu jenis dan keparahan dari rusaknya hati serta membantu merencanakan perawatan yang tepat.

Bentuk Penularan Hepatitis C


=====================================

>>> Obat Hepatitis Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis C and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *