Cara Mengobati Hepatitis C

Cara Mengobati Hepatitis CPenyakit Hepatitis C yang termasuk ke dalam 10 besar penyebab kematian di dunia. Angka kejadian penyakit hepatitis C berkisar 0,5-4% dari jumlah penduduk. Jika diasumsikan sekiatr 2-3% dari 220 juta penduduk Indonesia mengidap penyakit ini maka terdapat sekitar 5-7 juta orang yang terinfeksi hepatitis C. Jumlah ini dapat bertambah setiap tahunnya karena 10% dari meraka yang teinfeksi mengalami gejala-gejala yang tidak spesifik (carrier/pembawa virus) sehingga tidak diketahui oleh masyarkat dan tidak terdiagnosis oleh dokter. Carrier VHB (virus hepatitis B) atau VHC (virus hepatitis C) berpotensi sebagai sumber penyebaran penyakit hepatitis B dan C.

Cara Mengobati Hepatitis C

Cara Mengobati Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Cara Mengobati Hepatitis C sedini mungkin sangatlah penting. Meskipun tubuh anda telah melakukan perlawanan terhadap infeksi, tetapi hanya 15% yang berhasil, pengobatan tetap diperlukan untuk mencegah penyakit Hepatitis C kronis dan membantu mengurangi kemungkinan hati menjadi rusak.

Kadangkala, Cara Mengobati Hepatitis C memerlukan waktu yang lama, dan tidak dapat membantu. Tetapi karena penyakit ini dapat menjadi parah sepanjang waktu, sangatlah penting untuk mencari pengobatan yang tepat dari dokter anda.

Diagnosa dan pengobatan awal sangatlah mendesak dan penting. Persentase yang signifikan dari orang yang melakukannya dapat sembuh dari Hepatitis C dan menunjukan perbaikan hatinya. Tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati.

Kebanyakan bentuk interferon alfa hanya dapat bertahan satu hari tetapi dapat dimodifikasi melalui proses pegilasi untuk membuatnya bertahan lebih lama. Meskipun interferon alfa dapat digunakan sebagai obat Hepatitis C tunggal termasuk pegylated interferon, penelitian menunjukkan lebih efektif bila dikombinasi dengan anti virus ribavirin.

Ada 3 Senyawa digunakan dalam pengobatan penyakit Hepatitis C adalah:

– Interferon alfa

Adalah suatu protein yang dibuat secara alami oleh tubuh manusia untuk meningkatkan sistem daya tahan tubuh/imunitas dan mengatur fungsi sel lainnya. Obat yang direkomendasikan untuk penyakit Hepatitis C kronis adalah dari inteferon alfa bisa dalam bentuk alami ataupun sintetisnya.

– Pegylated interferon alfa

Dibuat dengan menggabungkan molekul yang larut air yang disebut “polyethylene glycol (PEG)” dengan molekul interferon alfa. Modifikasi interferon alfa ini lebih lama ada dalam tubuh, dan penelitian menunjukkan lebih efektif dalam membuat respon bertahan terhadap virus dari pasien Hepatitis C kronis dibandingkan interferon alfa biasa.

– Ribavirin

Adalah obat anti virus yang digunakan bersama interferon alfa untuk pengobatan Hepatitis C kronis. Ribavirin kalau dipakai tunggal tidak efektif melawan virus Hepatitis C, tetapi dengan kombinasi interferon alfa, lebih efektif daripada inteferon alfa sendiri.

Pengobatan Hepatitis C

Pengobatan ini telah diterima berdasarkan kemampuannya dalam menghasilkan respon melawan virus pada penderita penyakit Hepatitis C kronis. Penderita dikatakan memiliki respon melawan virus jika jumlah virus Hepatitis C begitu rendah sehingga tidak terdeteksi pada tes standar RNA virus Hepatitis C dan jika level tersebut tetap tidak terdeteksi selama lebih dari 6 bulan setelah pengobatan selesai.

Ada hal yang bisa dilakukan untuk bisa mengurangi resiko dari terjadinya suatu masalah pada kerusakan hati yang lebih lanjut, maka hal yang harus dilakukan adalah :

  1. Mendapatkan vaksinasi penyakit hepatitis A serta penyakit hepatitis B
  2. Kurangi asupan minuman yang mengandung alkohol.
  3. Lakukan konsultasi dengan dokter sebelum Anda menggunakan beberapa jenis obat resep atau juga menggunakan obat yang tidak diresepkan.

Pencegahan Hepatitis C

Mencegah gejala yang muncul pada penderita penyakit hepatitis C adalah merupakan suatu hal yang sangat penting. Mereka yang mengalami penularan penyakit hepatitis C biasanya akan mengeluhkan kelelahan maksimal dan menjadi tidak bertenaga. Kadang juga merasakan sakit dibagian sendi. Jadi gejala yang terjadi dengan tidak spesifik dan bisa disebabkan karena penyakit yang bermacam-macam. Tidak ada suatu peringatan yang khas dan jelas, dan pasien tidak mengalami rasa sakit, hal ini disebabkan karena porgan hati yang mengakibatkan rasa sakitnya. Sehingga hal seperti ini membuat banyak orang kaget jika mendengar diagnosa yang ditegakkan tersebut, kakrena penderita penyakit hepatitis C biasanya akan ditemukan secara kebetulan.

Penyakit hepatitis C bisa ditularkan karena beberapa resiko kemungkinan yang terjadi dibawah ini :

  1. Mereka yang menderita penyakit hepatitis C ada suatu kemungkinan bisa menularkan penyakit hepatitis C kecuali jia infeksi yang terjadi sudah dihapus terlebih dahulu.
  2. Penyak hepatitis C yang ditularkan lewat dengan kontak darah yang mengalami infeksi dengan menggunakan :
    – Penggunaan dari jarum suntik yang sudah tercemar atau juga dengan bersama-sama menggunakan alat suntik disaat sedang menyuntikkan narkotika, membuat tato atau juga body piercing.
    – Transfusi darah
    – Luka di jarum suntik
    – Prosedur pada dunia medis yang melibatkan peralatan yang sudah tercmar
    – Menggunakan alat pribadi dengan bersamaan
  3. Namun untuk kasus penyakit hepatitis C jarang sekali ditemukan pada penularan lewat hubungan seksual, namun kemungkinan yang terjadi adalah jika ada suatu kontak dengan darah.
  4. Penyakit hepatitis C mungkin saha bisa ditularkan dari ibu kepada calon bayinya.
  5. Penyakit hepatitis C tidak bisa ditularkan lewat kontak biasa, seperti makan dengan bersamaan, menggunakan toilet dan juga berpelukan.
  6. Infeksi akan kambuh lagi jika genotipe yang ada sifatnya berbeda.

Cara Mengobati Hepatitis C


=====================================

>>> Obat Hepatitis Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis C and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *