Hepatitis C dan Penularannya

Hepatitis C dan Penularannya – Seperti halnya hepatitis B, hepatitis C juga menular melalui jarum suntik yang terinfeksi dan transfusi darah atau produk darah yang terinfeksi. Namun, penyakit ini jarang menular melalui kontak pribadi yang dekat atau hubungan seksual, atau kepada bayi yang baru lahir melalui ibu yang terinfeksi. Sumber penularan terbesar dalam kasus penularan hepatitis C adalah penggunaan jarum suntik yang digunakan diantara para pengguna narkoba.

Hepatitis C dan Penularannya

Hepatitis C dan Penularannya

Penyakit Hepatitis C

Hepatitis akut yang disebabkan oleh virus penyakit hepatitis C biasanya merupakan suatu penyakit ringan. Namun, 50-75% orang yang terinfeksi virus penyakit hepatitis C mengembangkan hepatitis kronis. Hepatitis kronis akibat penyakit hepatitis C bisa berkembang menjadi sirosis hati dalam waktu 15-20 tahun. Sebagian orang juga mungkin menjadi pembawa tanpa gejala dari virus hepatitis C. Tak hanya itu, penyakit hepatitis C yang kronis dapat menyebabkan kanker hati setelah sekitar 10-20 tahun. Antibodi terhadap virus ini berkembang dalam 4-24 minggu setelah gejalanya muncul.

Hepatitis C dan Penularannya tidak akan bisa melalui hal-hal seperti bergaul dengan seperti biasanya, berpelukan, mengobrol biasa, dan kegiatan semacamnya.Itu sebabnya untuk menghindari Hepatitis C dan Penularannya berikut ini adalah hal-hal yang harus kita perhatikan, yaitu :

  • Selalu menjaga kebersihan alat-alat pribadi dan tidak pernah meminjam alat-alat pribadi seperti sikat gigi atau alat cukur pada orang lain
  • Bila kita inginkan mendonorkan darah sebaiknya cvek kesterilan dari jarum suntik. Ingat, jarum suntik bisa beresiko terhadap Hepatitis C dan Penularannya
  • Bila kita kan menikah, tak ada salahnya untuk menanyakan serta berterus terang juga tentang penyakit masing-masing.

Pada penderita penyakit hepatitis C, gejala hepatitis C yang biasanya muncul adalah ;

  1. Kelelahan
  2. Selera makan yang menurun
  3. Nyeri pada perut
  4. Urin yang gelap dan pekat
  5. Penyakit kuning pada mata dan juga pada kulit namun hal ini biasanya jarang terjadi.

Untuk beberapa kasus penyakit hepatitis C bisa diakibatkan karena terjadinya peningkatan enzim jenis tertentu di dalam hati, hal ini bisa dideteksi untuk kasus tes darah yang rutin. Meski demikian, pada beberapa penderita penyakit hepatitis C yang kronis biasanya akan mengalami kadar enzim di dalam hati fluktuasi ataupun juga dalam keadaan yang normal. Namun walaupun seperti itu, Anda tetap perlu melakukan tes jika Anda berpikir bahwa Anda mempunyai suatu resiko untuk terkena penyakit hepatitis C atau jika Anda pernah melakukan hubungan seksual dengan orang atau juga benda-benda yang sudah terkontaminasi virus penyakit hepatitis C. Salah satu jalan yang bisa dilakukan untuk mengidentifikasikan penyakit ini adalah dengan melakukan tes darah.

Resiko Penyakit Hepatitis

Beberapa orang yang beresiko terkena penyakit hepatitis C adalah :

  1. Mereka yang menggunakan narkotika jenis suntik.
  2. Infeksi penularan dari ibu hamil pada bayi
  3. Pasien kasus hemodialisis
  4. Petugas medis atau pelayanan kesehatan.
  5. Orang yang lahir di negara dengan kasus angka tinggi pada terjadinya penyakit infeksi hepatitis C misalnya adalah di negara Afrika dan juga Mesir.
  6. Orang yang membuat tato dan juga melakukan body piercing dirumah dan penggunaan dari peralatan yang tidak steril dan tidak aman.
  7. Tahanan LP

Untnuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis C dan penularannya, maka Anda bisa menghindari beberapa hal seperti dibawah ini :

  1. Sebaiknya jangan menggunakan alat suntik dengan bersama-sama.
  2. Jangan menggunakan alat pribadi dengan bersama-sama karena kemungkinan ada darah yang menempel dan sudah terkontaminasi.
  3. Jika Anda membuat tato atau juga melakukan body piercing, maka pastikan terlebih dahulu bahwa alat yang Anda gunakan sudah steril dan aman untuk digunakan.
  4. Lakukan hubungan seksual yang aman.

Hingga saat ini masih belum ada vaksin yang bisa membantu mencegah terjadinya penyakit hepatitis C. Pemberian imunoglobulin yang tidak efektif. Dan dimulai dari tahun 1990, tabung darah di Australia sudah melakukan suatu pemeriksaan darah yang disumbangkan pada penderita hepatitis C.

Jika Anda sudah terlanjut menderita penyakit hepatitis C, maka hal yang bisa dilakukan adalah :

  1. Sebaiknya jangan menyumbangkan darah karena dari organ orang yang mengalami infeksi penyakit hepatitis C ada kemungkinan untuk disumbangkan ke orang lain yang sudah mengalami infeksi penyakit hepatitis C.
  2. Sebaiknya jangan bersama-sama menggunakan alat suntik dengan orang lain.
  3. Waspadalah dan berhati-hati untuk memastikan terlebih dahulu bahwa orang lain tidak terekspos oleh darah Anda.
  4. Bersihkanlah semua tumpahan darah dengan serbet kertas dan bersihkanlah sampai benar-benar bersih dengan menggunakan detergen dan juga dengan menggunakan air sampai tidak ada kotoran lagi. Tumpahan yang terjadi di karpet harus dicuci dengan menggunakan uap.
  5. Anda bisa menutup semua luka dengan menggunakan pembalut yang tahan dengan air.
  6. Disaat Anda sedang melakukan hubungan seksual, maka gunakanlah pemakaian pengaman atau kondom jika ada suatu kemungkinan terjadinya eksposur pada darah saat Anda sedang melakukan hubungan seksual.

Perawatan yang dilakukan pada penyakit hepatitis C adalah

  1. Terjadinya suatu peningkatan yang sangat besar dalam melakukan perawatan penyakit hepatitis C pada beberapa tahun belakang ini.
  2. Jenis obat interferon dan Ribavirin yang bisa berhasil untuk merawat penyakit hepatitis C untuk penderita tertentu.
  3. Perawatan yang berhasil tergantung dari genotipe dan juga tergantung dari jumlah virus yang ada di dalam darah.

Hepatitis C dan Penularannya


=====================================

>>> Obat Maxgiver Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis C and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>