Vaksin Penyakit Hepatitis C

Vaksin Penyakit Hepatitis C – Sejak perkenalannya pemeriksaan penapisan untuk HCV terjadi penurunan nyata dalam insiden hepatitis terkait transfusi. Organisme penyebab tersering dari apa yang dahulu disebut hepatitis non A non B adalah hepatitis C. Sebelum pemeriksaan antibodi HCV diterapkan, digunakan dua uji pengganti antibodi terhadap antigen core hepatitis B (anti HBc) dan enzim hati alanin aminortransferase (ALT :glutamat piruvat transminase serum (SGPT); keduanya menurunkan kemungkinan hepatitis non A, non B sebesar 40%. Sejak diterapkannya pemeriksaan penapisan antibodi HCV, hepatitis terkait transfusi telah menurun menjadi antara 1 dalam 5000 dan 1 dalam 50.000 dan dengan pemeriksaan-pemeriksaan yang lebih mutakhir kemungkinan ini menjadi 1 dalam 103.000.

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Vaksin Penyakit Hepatitis C

Penyakit Hepatitis C

Gambaran klinis utama hepatitis HCV adalah gejala subklinis, sementara ikterus jarang dijumpai. Peningkatan enzim serum biasanya fluktuatif dan mungkin tidak terdeteksi. Hal yang paling penting pada penyakit hati progresif. Salah satu komplikasi utama hepatitis HCV adalah timbulnya hepatitis aktif kornis dan akhirnya sirosis pascanekrotik. Dahulu, diagnosis hepatitis non A non B hanya dapat dibuat setelah pemeriksaan serologik menyingkirkan hepatitis A, B, CMV, EBV, dan HIV. Penggunaan uji antibodi HCV merupakan terobosan besar dalam bidang pemeriksaan penapisan penyakit infeksi sebelum transfusi darah. Di antara para pasien hepatitis HCV, 15-20% dapat mengalami sirosis dan 5-10% mungkin kemudian terjangkit karsinoma hepatoselular.

Hepatitis C juga menyebabkan peradangan hati yang cukup berat diperkirakan 80% menjadi hepatitis kronis (menahun) dan dapat berkembang menjadi sirosis hati. Hepatitis C menular melalui darah, biasanya karena transfusi atau jarum suntik yang terkontaminasi virus hepatitis C (VHC).

Hepatitis C virus (HCV) masuk ke sel hati, mulai hidup di dalam sel hati, mengganggu aktivitas normal dari sel, menggunakan mesin genetik dalam sel untuk menduplikasi virus hepatitis C, kemudian menginfeksi sel lainnya. Gejala hepatitis C kurang lebih sama dengan hepatitis A dan hepatitis B.

Pencegahan Penyakit Hepatitis C

Sebagai pencegahan dan pengobatan dari penularan virus hepatitis C ini dapat diberikan Vaksin Penyakit Hepatitis C dan imunisasi. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hepatitis C yang umumnya ditularkan melalui darah yang tercemar virus hepatitis C ini telah meninggalkan nyawa penderita hingga 350.000 jiwa di seluruh dunia dalam kurun waktu 1 tahun. Hepatitis C ini dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi hati dan dapat menjelma menjadi kanker hati. Hingga saat ini belum ada vaksin yang memadai. Namun untuk Vaksin Penyakit Hepatitis C hanya disediakan untuk anak-anak usia balita.

Dalam pemberian vaksin penyakit hepatitis C ini berarti adalah salah satu bentuk untuk melakukan pencegahan penyakit hepatitis C. Selain dengan pemberian vaksin, cara lain yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit hepatitis C adalah :

  1. Jangan menggunakan narkotika. Jika Anda melakukannya maka sebaiknya jangan menggunakan jarum, semprit, penyaring atau juga air dan sendok dengan bersamaan. Sebaiknya cucilah tangan atau juga gosokkanlah jari Anda sebelum menyentuhnya pada tempat injek orang lainnya. Selalu menggunakan jarum atau juga menggunakan semprit yang baru dan juga bersih. Anda bisa  mendapatkannya dari apotek, gerai pertukaran jarum dan juga semprit di rumah sakit daerah setelah jam kerja berlangsung.
  2. Melakukan hubungan seksual yang aman, Anda bisa menggunakan kondom atau juga menggunakan dam gigi dan pelumas yang bahan utamanya adalah air. Peningkatan resiko akan lebih tinggi jika Anda berganti-ganti pasangan, hubungan seks oral atau seks lewat mulut atau juga melakukan hubungan seksual yang dilakukan lewat anus serta melakukan hubungan seksual di saat wanita sedang menstruasi.
  3. Sebaiknya sebelum Anda memutuskan untuk tato atau body piercing, maka yakinkan bahwa semua peralatan harus terlebih dahulu disterilkan, penggunaan dari pisau cukur dan penggunaan jarum yang baru setiap kali akan memulainya.
  4. Sebaiknya jangan menggunakan alat pribadi dengan bersamaan .
  5. Petugas pelayanan medis atau kesehatan harus tetap mengikuti prosedur pengendalian infeksi di tempat tugas.

Bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit hepatitis C atau tidak? Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah dengan memeriksakan darah. Pemeriksaan pada antibodi virus hepatitis C biasanya akan menunjukkan suatu tanda apakah Anda sudah terinfeksi atau tidak. Hasil dari pemeriksaan yang positif ini akan terlihat selama kurang lebih 4-6 bulan setelah Anda mengalami infeksi pertama. Jadi jika hasil pemeriksaan Anda negatif, maka Anda harus mengulangi pemeriksaan lagi setelah 4-6 bulan setelah melakukan pemeriksaan pertama. Pemeriksaan antibodi HCV yang tidak menampakkan apakah Anda bisa menjadi seorang pembawa virus. Jadi jika hasil pemeriksaan Anda positif, maka Anda perlu melakukan pemeriksaan yang lainnya atau pemeriksaan HCV PCR untuk melihat apakah virusnya masih ada di dalam darah Anda. Sebaiknya tanyakanlah pada dokter umum, dokter pilihan Anda atau juga pada petugas kesehatan tentang pemeriksaan penyakit hepatitis C.

Hal yang harus Anda ketahui adalah, bahwa penyakit hepatitis V tidak bisa ditularkan lewat beberapa hal berikut ini :

  1. Lewat pemakaian toilet dengan bersamaan dan bergantian
  2. Pemakaian dengan bersamaan pada peralatan makan dan juga alat minum.
  3. Batuk, bersin dan juga ciuman serta berpelukan.
  4. Kolam renang
  5. Gigitan dari serangga seperti nyamuk dan jenis lainnya

Vaksin Penyakit Hepatitis C


=====================================

>>> Obat Hepatitis Untuk Membantu Mengobati dan Menyembuhkan Hepatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C dan Pencegahan Hepatitis dan juga Menyehatkan Fungsi Hati, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyakit Hepatitis C and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *